SANGGAU KALBAR – Kasus pembunuhan yang diduga terkait dengan judi online pinjaman uang Rp.700,000, masih terus diselidiki oleh pihak berwajib. Namun, pihak korban atau Keluarga tidak percaya dgn BAP yg di sampaikan pelaku kepada Penyidik, Menurut KETUA LBH AHAVAH Pdt. Denny Nafi, menganalisis bahwa Sangat janggal dgn Melihat keadaan situasi/kondisi di TKP, yang diberikan oleh pelaku tidak sepenuhnya sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Menurut Ketua LBH, Denny Nafi, pelaku memberikan keterangan saat Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik. Perbedaan keterangan ini menimbulkan keraguan tentang motif sebenarnya di balik kasus pembunuhan ini. Karena Berdasarkan barang Bukti Tali & karung yg sudah Tersedia seolah olah barang bukti telah di persiapkan oleh pelaku dan Mengarah kepada Pembunuhan Berencana,
Sebagai kuasa hukum keluarga korban, kami telah meminta pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan yang lebih lanjut dan mendalam untuk mengungkap kebenaran sebenarnya. Kami juga meminta agar pihak berwajib tidak terburu dalam mengambil kesimpulan dan memastikan bahwa semua bukti yang ada telah diperiksa secara menyeluruh. Karena saksi saksi belum tampil di Penyelidikan krn alasan pindah Tempat kerja di Kota pontianak,
Keluarga korban masih menunggu kejelasan tentang kasus ini dan menuntut keadilan atas kejadian yang menimpa mereka. Kami akan terus mendampingi keluarga korban dan memastikan bahwa hak-hak mereka dipenuhi.
Kasus ini masih terus bergulir dan kita tunggu hasil investigasi yang lebih lanjut untuk mengetahui kebenaran sebenarnya. (red)













