KETAPANG, KALBAR– Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan smelter bauksit PT Borneo Alumindo Prima (BAP), Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Sabtu (24/1/2026) siang. Dua pekerja laki-laki dilaporkan mengalami luka serius, masing-masing satu tenaga kerja asing (TKA) dan satu tenaga kerja lokal.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja di kawasan industri pengolahan mineral di Kalimantan Barat, sekaligus memunculkan kembali sorotan terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area smelter.
Kapolsek Matan Hilir Selatan IPTU Jumadi Hutabarat membenarkan kejadian tersebut. Kedua korban telah dievakuasi dan dirawat di Rumah Sakit Fatima Ketapang.
“Keduanya sudah mendapatkan penanganan medis,” ujar Jumadi.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di tikungan depan mess kayu milik perusahaan. Saat itu, sebuah truk DT bermuatan tanah melintas untuk aktivitas penimbunan pembangunan mess baru. Di waktu bersamaan, sepeda motor yang ditumpangi dua karyawan keluar dari area mesin kayu dan masuk ke jalur lintasan truk.
Diduga, sopir truk tidak melihat keberadaan sepeda motor tersebut hingga tabrakan tidak dapat dihindari. Namun demikian, kepolisian menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk aspek teknis jalur kerja, visibilitas, serta prosedur keselamatan di area operasional.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Borneo Alumindo Prima belum memberikan keterangan resmi. Tidak adanya pernyataan perusahaan menimbulkan pertanyaan publik terkait standar K3, pengaturan lalu lintas internal, serta mitigasi risiko di kawasan smelter yang melibatkan alat berat dan pekerja.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan dan instansi terkait, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan pengawas K3, guna memperoleh penjelasan menyeluruh atas insiden tersebut. ( Raka)













