Iklan DPRD Iklan DPRD Iklan DPRD

Ketua LSM Citra Hanura: Kebocoran Limbah Saat Hujan Indikasi IPAL Tidak Berfungsi Optimal

Foto// Dokumentasi saat Wakil Ketua DPRD dan Anggota beserta Dinas Lingkungan Hidup, Pejabat di lingkungan PT APS Saat Sidak // Dok Istimewa

SANGGAU – Dugaan kebocoran limbah PT APS yang terjadi saat hujan deras dinilai sebagai indikasi kuat tidak berfungsinya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara optimal. Penilaian tersebut disampaikan Ketua LSM Citra Hanura, Abdul Rahim, SH, menanggapi belum dibukanya hasil sidak DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke publik.

Menurut Abdul Rahim, dalam sistem pengelolaan limbah industri yang benar, IPAL wajib mampu beroperasi dalam segala kondisi, termasuk saat terjadi peningkatan debit air akibat hujan. Jika limbah justru keluar ke lingkungan ketika hujan turun, maka patut diduga ada kegagalan sistemik pada IPAL.

“IPAL yang berfungsi dengan baik tidak akan bocor hanya karena hujan. Kalau setiap hujan limbah keluar, itu indikasi kuat IPAL tidak dirancang atau tidak dioperasikan sesuai standar teknis,” tegas Abdul Rahim, SH.

Ia menilai kebocoran limbah saat hujan bisa disebabkan oleh pencampuran saluran limbah dengan drainase air hujan, kolam penampungan yang meluap, atau kapasitas IPAL yang tidak sebanding dengan volume limbah produksi. Kondisi tersebut, kata dia, bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi menjadi pelanggaran serius terhadap aturan lingkungan hidup.

Lebih lanjut, Abdul Rahim mempertanyakan sikap diam DPRD dan DLH yang hingga kini belum menyampaikan hasil sidak secara terbuka.

“Ketika hasil sidak tidak diumumkan, publik wajar curiga. Ada temuan atau tidak? Kalau tidak ada pelanggaran, sampaikan. Kalau ada, harus ditindak. Diam justru memperkuat dugaan pembiaran,” ujarnya.

LSM Citra Hanura mendesak agar DPRD dan DLH segera membuka hasil sidak secara transparan, termasuk data teknis IPAL, hasil uji baku mutu limbah, serta rekomendasi sanksi jika ditemukan pelanggaran. Transparansi dinilai penting untuk memastikan tidak ada kompromi terhadap keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *