SANGGAU – Penemuan mayat laki-laki muda yang dibungkus karung putih di sebuah kamar rumah kos di Gang Bengkawan, Jalan Bujang Malaka, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (1/1/2026), bukan sekadar peristiwa kematian biasa. Cara korban disembunyikan, lokasi penemuan, serta rentang waktu hilangnya korban menguatkan dugaan bahwa peristiwa ini merupakan pembunuhan yang dilakukan secara sadar dan terencana.
Korban yang diduga berinisial M (18), pelajar atau mahasiswa asal Kabupaten Sanggau, ditemukan bukan di kamar yang biasa ditempatinya, melainkan di kamar lain yang diketahui ditempati rekan korban. Fakta ini menjadi titik krusial yang kini menjadi fokus penyidik Satreskrim Polres Sanggau.
Korban ditemukan dalam kondisi dibungkus karung, hampir menutupi seluruh tubuh. Dalam praktik kriminal, metode ini kerap digunakan untuk: Menyembunyikan identitas korban, Menghambat bau pembusukan, Memberi waktu bagi pelaku untuk menghindari kecurigaan lingkungan sekitar
Fakta bahwa jenazah diletakkan di dalam kamar kos—bukan dibuang ke tempat terbuka—menunjukkan adanya upaya sistematis menyamarkan keberadaan korban, sekaligus menunda penemuan.
Kamar Rekan Korban Jadi Lokasi Kunci
Salah satu fakta paling mencolok adalah lokasi penemuan jenazah berada di kamar kos lain, bukan kamar korban sendiri. Artinya, terdapat kemungkinan kuat:
Korban sempat berada atau diajak masuk ke kamar tersebut
Pelaku memiliki akses penuh terhadap kamar tempat jenazah ditemukan
Terjadi relasi dekat antara korban dan pihak yang terakhir bersamanya
Dalam ilmu penyelidikan, “last seen with” atau orang terakhir yang bersama korban menjadi petunjuk awal paling penting untuk mengurai rangkaian peristiwa pidana.
Rentang Waktu Hilang yang Krusial
Korban dilaporkan oleh keluarga sudah beberapa waktu tidak dapat dihubungi. Namun, lingkungan kos tidak segera mencurigai keberadaan korban hingga keluarga datang langsung ke lokasi.
Celah waktu ini membuka kemungkinan:
Tindak pidana terjadi jauh sebelum penemuan
Pelaku memiliki cukup waktu menyiapkan cara menyembunyikan jenazah
Tidak adanya perlawanan terbuka atau keributan yang terdengar warga sekitar
Dugaan Motif: Masih Tertutup, Tapi Arah Mulai Terbaca
Hingga kini polisi belum mengungkap motif. Namun, berdasarkan pola kasus serupa, beberapa kemungkinan yang akan didalami penyidik antara lain: Konflik personal atau emosional, Perselisihan utang atau masalah keuangan, Kecemburuan atau tekanan sosial, Kekerasan yang berujung fatal dan ditutup dengan upaya penghilangan jejak. Semua kemungkinan ini sangat bergantung pada hasil visum et repertum, pemeriksaan saksi, serta barang bukti di dalam kamar kos.
Visum Jadi Kunci Penentuan Pasal
Pemeriksaan medis di RSUD M.Th. Djaman Sanggau akan menentukan: Penyebab pasti kematian, Ada tidaknya luka akibat kekerasan, Perkiraan waktu kematian. Apakah korban sempat mengalami perlawanan
Hasil visum inilah yang akan menjadi dasar penentuan pasal, mulai dari pembunuhan (Pasal 338 KUHP) hingga pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP) jika unsur perencanaan terbukti.
Polisi Bergerak Senyap
Pihak kepolisian memilih belum banyak membuka informasi ke publik. Namun langkah-langkah awal seperti: Pengamanan TKP, Pemeriksaan penghuni kos. Pengumpulan keterangan saksi. Koordinasi cepat dengan rumah sakit menunjukkan bahwa penyidik menyadari sensitivitas dan kompleksitas perkara ini.
Kasat Reskrim Polres Sanggau menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional, serta mengimbau masyarakat tidak berspekulasi. Pertanyaan Kritis yang Menunggu Jawaban Beberapa pertanyaan besar kini mengemuka:
Siapa orang terakhir yang bersama korban?
Sejak kapan korban dinyatakan hilang?
Apa hubungan korban dengan penghuni kamar tempat jenazah ditemukan?
Apakah ada tanda kekerasan atau alat tertentu di TKP?
Mengapa jenazah tidak segera dibuang?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan apakah kasus ini merupakan pembunuhan spontan atau kejahatan dengan perencanaan matang.
Kasus ini masih berkembang dan sangat mungkin menyeret lebih dari satu pihak. Redaksi akan terus memantau dan menyajikan perkembangan terbaru. ( Red)













