LAMPUNG SELATAN – Pojok30.id | Ikatan Wartawan Online (IWO) Pengurus Daerah (PD) Lampung Selatan kembali memperkuat komitmennya dalam membangun budaya literasi media di kalangan pelajar.
Melalui program IWO Go To School, IWO Lamsel menggelar Sekolah Jurnalis IWO bagi peserta didik SMA Negeri 1 Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu ruang kelas SMAN 1 Sragi, Jalan Lapangan Jati RT 01/RW 01, Desa Mandalasari, Kecamatan Sragi, itu diikuti puluhan siswa-siswi yang tampak antusias mengikuti materi jurnalistik.
Program tersebut dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital. Pelajar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga berpotensi menjadi pembuat sekaligus penyebar informasi melalui media sosial.
Karena itu, kemampuan membedakan fakta, opini, informasi yang terverifikasi dan berita bohong menjadi bagian penting yang perlu ditanamkan sejak bangku sekolah.
Ketua PD IWO Lampung Selatan, Sior Aka Prayudi, hadir langsung sekaligus menjadi penanggung jawab program. Sementara materi jurnalistik disampaikan oleh Yoan Doni.
Dari pihak sekolah, Kepala SMAN 1 Sragi Zaelani, S.Pd., M.Pd. yang berhalangan hadir diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Puji Hartono, S.Pd., Gr., sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Puji Hartono menyampaikan apresiasi kepada IWO Lampung Selatan karena telah memilih SMAN 1 Sragi sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Sekolah Jurnalis.
Menurutnya, kecerdasan pelajar di era digital tidak cukup hanya diukur dari kemampuan akademik. Siswa juga harus memiliki kemampuan memilah dan memahami informasi yang beredar di ruang digital.
«“Kami mewakili Kepala Sekolah Bapak Zaelani, S.Pd., M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada IWO Lampung Selatan. Di era digital seperti ini, siswa tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tapi harus cerdas bermedia, cerdas menyaring informasi, dan tidak mudah termakan hoaks. Sekolah Jurnalis IWO ini sangat penting untuk membekali mereka,” ujar Puji Hartono.»
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Ilmu jurnalistik tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sekolah.
Mulai dari pengelolaan majalah dinding, media sosial OSIS, dokumentasi kegiatan, hingga membuat tulisan atau berita mengenai berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah.
IWO Dorong Lahirnya Jurnalis Muda
Ketua PD IWO Lampung Selatan, Sior Aka Prayudi, mengatakan program IWO Go To School merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk ikut mengambil peran dalam meningkatkan literasi media generasi muda.
Menurutnya, tugas wartawan tidak semata-mata menghasilkan pemberitaan. Organisasi profesi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pemahaman jurnalistik kepada masyarakat, termasuk pelajar.
«“IWO Go To School ini adalah program rutin kami. Kami ingin mencetak jurnalis-jurnalis muda dari tingkat SMA yang tidak hanya bisa menulis berita, tapi juga paham etika jurnalistik, paham UU ITE, dan paham bagaimana melawan berita bohong atau hoaks. SMAN 1 Sragi ini potensinya luar biasa,” tegas Sior Aka Prayudi.»
Ia menilai pelajar merupakan kelompok yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi informasi. Hampir setiap hari mereka bersentuhan dengan media sosial dan berbagai platform digital.
Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang memadai agar pelajar tidak mudah menjadi korban maupun penyebar informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Belajar 5W+1H hingga Teknik Wawancara
Pada sesi materi inti, Yoan Doni memberikan pemahaman dasar jurnalistik dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami siswa.
Materi yang diberikan antara lain pengenalan berita, perbedaan antara berita dan opini, teknik menulis menggunakan prinsip 5W+1H, teknik wawancara, hingga etika mengambil dan menggunakan foto maupun video untuk kebutuhan pemberitaan.
Peserta juga diajak memahami bahwa sebuah berita tidak cukup hanya menarik perhatian. Informasi yang disampaikan harus memiliki dasar fakta, dilakukan melalui proses verifikasi, serta memperhatikan etika jurnalistik.
Antusiasme siswa terlihat ketika sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana menentukan sebuah informasi layak menjadi berita, cara melakukan wawancara, hingga bagaimana menghadapi informasi yang beredar di media sosial tetapi belum diketahui kebenarannya.
Tidak hanya menerima materi, beberapa siswa juga langsung mencoba mempraktikkan cara menulis berita singkat mengenai kegiatan Sekolah Jurnalis IWO yang sedang berlangsung.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika siswa mulai memahami bahwa aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah sebenarnya dapat menjadi bahan pemberitaan selama memiliki nilai informasi dan disajikan secara akurat.
Literasi Media Jadi Benteng Pelajar
Pelaksanaan Sekolah Jurnalis IWO di SMAN 1 Sragi menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan jurnalistik sekaligus memperkuat kesadaran pelajar dalam menggunakan media digital secara bertanggung jawab.
Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, kemampuan memeriksa sumber, melakukan verifikasi dan tidak terburu-buru membagikan informasi menjadi keterampilan penting bagi generasi muda.
IWO Lamsel berharap program tersebut tidak hanya melahirkan siswa yang mampu menulis, tetapi juga generasi muda yang kritis, beretika, mampu menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, serta memiliki keberanian untuk melawan penyebaran hoaks.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara pengurus IWO Lampung Selatan, pihak SMAN 1 Sragi dan seluruh peserta didik.
Dari kegiatan tersebut diharapkan lahir kader-kader jurnalis muda di lingkungan SMAN 1 Sragi yang mampu menghasilkan karya jurnalistik positif, akurat dan terpercaya sekaligus membawa nama baik sekolah. (A.Muli)












