LAMPUNG SELATAN | POJOK30.ID — Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) RI, Diana Kusumastuti, meninjau normalisasi Sungai Gayau di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penanganan Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang di wilayah Rawa Sragi, guna mengatasi kekeringan dan mengurangi masuknya air payau ke areal persawahan.
Penanganan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto melalui perbaikan infrastruktur irigasi dan peningkatan kelancaran distribusi air bagi petani.
Diana didampingi Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Dr. Ir. Elroy Koyari, S.T., M.T., Sekretaris Daerah Lampung Selatan, jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Camat Palas, serta kelompok tani Desa Bumi Restu dan Pulau Jaya.
Sedimentasi Dikeruk, Tanggul dan Jembatan Dievaluasi
Diana menjelaskan, sedimentasi dan pendangkalan menjadi persoalan utama yang menghambat aliran air di Sungai Gayau. Pengerukan telah dilakukan sebagai langkah awal untuk memperlancar aliran menuju kawasan persawahan.
“Permasalahan sedimentasi tadi sudah kita lakukan pengerukan-pengerukan,” ujar Diana.
Selain normalisasi, pemerintah juga menyoroti usulan petani mengenai peninggian tanggul dan perbaikan jembatan yang melintasi saluran irigasi. Namun, kedua pekerjaan tersebut memerlukan perencanaan serta kajian teknis terlebih dahulu.
Diana meminta pemerintah daerah menyiapkan perencanaan yang mencakup panjang tanggul, kondisi tanah, dan desain konstruksi.
“Kita harus melihat dan mengecek dulu berapa panjangnya, gambarnya seperti apa, kondisi tanahnya seperti apa. Saya mohon kepada Pak Sekda untuk membuat semacam perencanaan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhitungan teknis dalam perbaikan jembatan agar konstruksi yang dibangun memenuhi persyaratan keamanan.
Jalan Usaha Tani Turut Menjadi Perhatian
Selain irigasi, kondisi jalan usaha tani yang belum memadai turut menjadi perhatian Wamen PU. Jalan yang tidak rata dinilai menyulitkan petani mengangkut hasil panen.
Diana mengusulkan agar pemerintah daerah mengajukan perbaikan melalui mekanisme program dan aplikasi yang sesuai, sehingga akses tersebut dapat mendukung aktivitas pertanian serta program swasembada pangan.
BBWS Targetkan Pekerjaan Rampung Dua Minggu
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, menargetkan pekerjaan normalisasi Sungai Gayau dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu.
Pekerjaan tersebut meliputi normalisasi sungai, perbaikan pintu air, serta gorong-gorong yang melintasi jalan.
Elroy juga menyampaikan bahwa anggaran pekerjaan telah disiapkan, sementara penghitungan final masih berlangsung. Ia menyatakan anggaran tersebut dapat dipublikasikan secara transparan kepada masyarakat.
Petani Berharap Sawah Terhindar dari Kekeringan
Mewakili petani, Suranto, warga Desa Bumi Restu, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap persoalan irigasi di wilayah mereka.
Menurutnya, selama ini petani bergotong royong membersihkan gulma dan rumput liar yang menyumbat saluran air agar pasokan air ke sawah tetap terjaga.
Petani berharap normalisasi Sungai Gayau dapat memperlancar aliran irigasi, mengurangi risiko kekeringan, serta membantu mengendalikan masuknya air payau ke areal persawahan.
Menunggu Hasil Nyata di Lapangan
Normalisasi Sungai Gayau menjadi langkah penting dalam memperbaiki infrastruktur pertanian di wilayah Rawa Sragi. Namun, keberhasilan pekerjaan tidak hanya diukur dari selesainya pengerukan, melainkan juga dari kelancaran aliran air dan manfaat yang dirasakan langsung oleh petani.
Tindak lanjut terhadap usulan peninggian tanggul, perbaikan jembatan, dan jalan usaha tani juga menjadi pekerjaan yang perlu dikawal bersama.
Dengan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BBWS Mesuji Sekampung, dan kelompok tani, penanganan irigasi diharapkan dapat berjalan berkelanjutan demi menjaga produktivitas sawah dan mendukung swasembada pangan nasional.***(A.Muli)***
POJOK30.ID — KUPAS TAJAM, MENDALAM.












