Iklan DPRD

Jelang PAW Pilkades 11 November, PJ Kepala Desa Bangunan Muslim Idrus dan Anggi Antoni Ajak Warga Bangunan Tetap Rukun: Beda Pilihan, Tetap Saudara!

IMG 20261011 WA0060

LAMPUNG SELATAN, PALAS –Pojok30.id | Menjelang pelaksanaan Pemilihan Antarwaktu (PAW) Kepala Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, pada 11 November 2026, masyarakat diajak menjaga suasana tetap damai, menghindari permusuhan, dan mempertahankan kerukunan meskipun memiliki pilihan calon yang berbeda.

Ketua Panitia PAW Pilkades Desa Bangunan, Anggi Antoni, bersama Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangunan, Muslim Idrus, mengajak masyarakat agar tidak menjadikan kontestasi politik di tingkat desa sebagai alasan untuk merusak tali silaturahmi dengan tetangga, sahabat, maupun saudara sendiri.

Pesan persatuan tersebut menjadi pengingat bahwa pemilihan kepala desa merupakan bagian dari proses demokrasi. Perbedaan dukungan merupakan hal yang wajar, tetapi menjaga persaudaraan setelah pemilihan adalah tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Beda jagoan atau calon di Pilkades itu biasa. Yang luar biasa itu kalau kita tetap bisa ngopi bareng setelahnya,” demikian pesan yang digaungkan dalam ajakan menjaga kedamaian menjelang PAW Pilkades Desa Bangunan.

Ungkapan tersebut menggambarkan harapan agar masyarakat tetap menjaga hubungan baik, siapa pun calon yang didukung. Sebab, setelah pemilihan selesai, seluruh warga akan kembali menjalani kehidupan bersama di desa yang sama.

Muslim Idrus: Jangan Ada Permusuhan, Tetap Rukun Setelah Pilkades

Pj Kepala Desa Bangunan, Muslim Idrus, secara khusus mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian selama tahapan PAW Pilkades hingga setelah pemilihan berakhir.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal biasa dalam demokrasi. Karena itu, jangan sampai perbedaan dukungan menimbulkan permusuhan atau merusak hubungan baik yang selama ini telah terjalin di tengah masyarakat.

Menurut pesan yang disampaikan Muslim Idrus, kerukunan harus tetap dijaga, baik sebelum maupun setelah pemilihan. Masyarakat diharapkan dapat menerima perbedaan dengan lapang dada dan tidak menjadikan pilihan politik sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

Ajakan tersebut relevan bagi kehidupan masyarakat desa yang memiliki hubungan sosial erat. Warga bukan hanya bertemu saat pemilihan, tetapi juga berinteraksi dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari urusan keluarga, pekerjaan, kegiatan sosial, hingga gotong royong.

Karena itu, menjaga kedamaian tidak cukup hanya dilakukan pada hari pemungutan suara. Kerukunan justru perlu dipertahankan ketika hasil pemilihan telah diketahui dan masyarakat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

Anggi Antoni: Desa Bangunan Milik Kita Bersama

Ketua Panitia PAW Pilkades Desa Bangunan, Anggi Antoni, turut mengingatkan pentingnya menempatkan kepentingan desa di atas perbedaan dukungan terhadap calon.

Desa Bangunan merupakan milik bersama seluruh masyarakat, bukan hanya milik calon tertentu atau kelompok pendukungnya. Siapa pun yang dipilih, kemajuan desa tetap menjadi tujuan yang harus diperjuangkan bersama.

Dalam suasana menjelang pemilihan, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan dukungan secara santun, menghormati pilihan orang lain, serta menghindari perkataan maupun tindakan yang berpotensi memicu konflik.

Perbedaan pilihan seharusnya menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Setiap warga berhak menentukan pilihan sesuai pertimbangannya, tanpa tekanan dan tanpa harus kehilangan hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Semangat tersebut menjadi penting agar PAW Pilkades tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga meninggalkan pengalaman demokrasi yang memperkuat kebersamaan masyarakat.

Jangan Sampai Pilihan Politik Memutus Tali Silaturahmi

Dalam kontestasi politik tingkat desa, perbedaan dukungan terkadang dapat memengaruhi hubungan antarwarga apabila tidak disikapi secara bijaksana. Perdebatan mengenai calon, dukungan keluarga, hingga percakapan di lingkungan pergaulan perlu dijalani dengan saling menghormati.

Masyarakat Desa Bangunan diharapkan tidak mudah terpancing provokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai bahan untuk saling menyerang.

Para pendukung calon juga diharapkan mengutamakan etika serta menjaga suasana tetap kondusif. Persaingan yang sehat seharusnya berorientasi pada harapan terhadap masa depan desa, bukan pada upaya menjatuhkan atau memusuhi pihak lain.

Sebab, ketika pemilihan berakhir, masyarakat tetap membutuhkan satu sama lain. Tetangga tetap menjadi tetangga, saudara tetap menjadi saudara, dan kehidupan desa tetap memerlukan kerja sama seluruh warganya.

Pesan untuk tetap bisa ngopi bersama setelah Pilkades pun memiliki makna lebih dari sekadar kebiasaan berkumpul. Itu merupakan gambaran kedewasaan dalam berdemokrasi, ketika perbedaan pilihan tidak menghilangkan keakraban dan rasa persaudaraan.

PAW Pilkades 11 November, Momentum Menjaga Persatuan

Pelaksanaan PAW Pilkades Desa Bangunan yang dijadwalkan pada 11 November 2026 diharapkan berlangsung dengan aman, tertib, dan damai. Panitia, pemerintah desa, para calon, pendukung, tokoh masyarakat, serta seluruh warga memiliki peran dalam menjaga suasana yang kondusif.

Masyarakat juga diharapkan menghormati proses pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku dan menjaga sikap setelah hasilnya ditetapkan melalui mekanisme resmi.

Pada akhirnya, kemajuan Desa Bangunan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi kepala desa, tetapi juga oleh kemauan seluruh masyarakat untuk tetap bersatu, berpartisipasi, dan bekerja sama membangun desa.

Ajakan Anggi Antoni dan Muslim Idrus menjadi pengingat bahwa demokrasi seharusnya memperkuat kebersamaan, bukan memecah belah masyarakat.

Beda pilihan itu biasa. Jangan ada permusuhan, tetap rukun dan damai setelah Pilkades. Desa Bangunan adalah milik bersama, dan kemajuannya merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Mari wujudkan PAW Pilkades Desa Bangunan yang damai dan bermartabat. Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga. Setelah pemilihan, mari kembali bergotong royong, bersilaturahmi, dan duduk bersama demi kemajuan Desa Bangunan.

Beda pilihan, tetap satu tujuan: Desa Bangunan yang rukun, damai, dan semakin maju. Pojok30.id(A.Muli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *