Iklan DPRD

BREAKING NEWS | LAMPUNG SELATAN “Bukan Tahanan Kabur! Tekab 308 Kejar Pria Bersenjata AR-15 hingga Bersembunyi di Loteng”

IMG 20261002 WA0093

LAMPUNG SELATAN — Pojok30.id | Kabar mengenai seorang tahanan yang disebut-sebut melarikan diri sempat membuat warga Kalianda, Lampung Selatan, resah. Informasi yang beredar di tengah masyarakat itu bahkan memunculkan kekhawatiran adanya tahanan yang lepas dari pengawasan aparat.

Namun, fakta yang disampaikan kepolisian menunjukkan cerita berbeda.

Peristiwa tersebut bukanlah kasus tahanan kabur. Polisi justru tengah memburu seorang pria berinisial DS (31), warga Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, yang diduga menguasai senjata api beserta amunisi tanpa hak.

DS diamankan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Lampung Selatan setelah sempat melarikan diri ketika hendak diperiksa petugas.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, mengungkapkan bahwa perkara tersebut bermula dari informasi mencurigakan di kawasan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Berawal dari Kendaraan Mencurigakan di Bakauheni

Petugas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni memperoleh informasi mengenai sebuah kendaraan yang dicurigai.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penelusuran terhadap kendaraan beserta orang yang berada di dalamnya.

“Awalnya petugas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni mendapatkan informasi adanya kendaraan yang dicurigai. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut. Dari pemeriksaan itu, informasi mengenai kendaraan dan orang yang berada di dalamnya kemudian kami tindak lanjuti,” ujar Stefanus, Jumat (2/10/2026).

Penelusuran polisi mengarah pada sebuah Toyota Innova Zenix warna hitam dengan nomor polisi BG.

Kendaraan tersebut diketahui berada di Homestay Pindang Pegagan, Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda.

Tim Tekab 308 kemudian bergerak menuju lokasi.

Polisi Datang, DS Justru Melarikan Diri

Kedatangan petugas ternyata membuat situasi berubah.

Saat polisi melakukan pemeriksaan, DS disebut langsung melarikan diri.

Momen tersebut membuat petugas harus melakukan pengejaran. Polisi tidak hanya mengamankan lokasi, tetapi juga memeriksa kamar dan kendaraan yang berkaitan dengan pria tersebut.

Dari pemeriksaan itulah polisi menemukan barang yang menjadi titik penting dalam perkara tersebut.

Di dalam sebuah tas ransel warna hitam yang berada di kendaraan Toyota Innova Zenix, petugas menemukan satu pucuk senjata api jenis AR-15, satu magasin, serta 15 butir amunisi.

“Senjata api tersebut ditemukan di dalam tas ransel warna hitam yang berada di kendaraan Toyota Innova Zenix. Barang bukti tersebut langsung kami amankan untuk kepentingan penyidikan,” jelas Stefanus.

Temuan senjata api dan amunisi tersebut kini menjadi bagian utama penyidikan polisi.

Senjata AR-15 dan 15 Peluru Jadi Barang Bukti

Temuan tersebut membuat pengejaran terhadap DS tidak berhenti setelah polisi mengamankan kendaraan dan barang bukti.

Petugas kemudian menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian DS.

Pengejaran akhirnya membuahkan hasil.

DS ditemukan bersembunyi di atas loteng ruang guru.

=

Informasi “Tahanan Kabur” Diluruskan

Di tengah proses pengejaran tersebut, muncul informasi di masyarakat yang menyebut adanya tahanan melarikan diri.

Kepolisian memastikan informasi tersebut tidak menggambarkan kejadian sebenarnya.

DS, menurut polisi, bukan tahanan yang kabur dari ruang tahanan. Ia merupakan pria yang sedang hendak diperiksa petugas dan kemudian melarikan diri sebelum akhirnya ditemukan bersembunyi.

Dengan demikian, kepolisian menegaskan bahwa perkara ini merupakan pengejaran terhadap seorang pria yang diduga menguasai senjata api tanpa hak, bukan insiden kaburnya tahanan dari tahanan kepolisian.

Asal Senjata dan Amunisi Masih Jadi Pertanyaan

Meski DS telah diamankan, perkara tersebut belum selesai.

Justru temuan senjata api jenis AR-15 bersama magasin dan 15 butir amunisi membuka sejumlah pertanyaan yang masih harus dijawab melalui penyidikan.

Dari mana senjata tersebut diperoleh?

Siapa pemilik sebenarnya?

Untuk apa senjata dan amunisi tersebut dibawa?

Apakah DS hanya menguasai senjata tersebut seorang diri atau ada pihak lain yang berkaitan?

Polisi hingga kini masih melakukan pendalaman untuk menjawab rangkaian pertanyaan tersebut.

“Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara ini. Setiap informasi yang berkaitan dengan potensi tindak pidana akan kami tindak lanjuti dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Stefanus.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan DS dengan perkara lainnya.

Kasus ini kini tidak sekadar menyangkut seorang pria yang sempat melarikan diri dari pemeriksaan. Temuan senjata api AR-15, magasin, dan 15 butir amunisi menjadi bagian penting yang dapat membuka lebih jauh asal-usul senjata, jaringan kepemilikan, hingga kemungkinan adanya perkara lain yang berkaitan.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyidikan masih berlangsung dan polisi belum menyampaikan lebih jauh mengenai asal-usul senjata maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain.(A.Muli)

Pojok30.id akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *