Iklan DPRD

Abu Vulkanik Krakatau Mengancam, Kapolres Lampung Selatan Turun Tangan Pastikan Puskesmas Palas Siaga Penuh

IMG 20260908 WA0054

LAMPUNG SELATAN || Pojok30.id || Ancaman dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti sejumlah wilayah pesisir Lampung Selatan mendapat perhatian serius aparat dan pemerintah daerah. Untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga, Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan bersama Kapolsek Palas Iptu Suyitno turun langsung meninjau kesiapan pelayanan kesehatan di Puskesmas Palas, Selasa (8/9/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar inspeksi rutin. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap dampak abu vulkanik yang berpotensi memicu gangguan pernapasan, iritasi mata hingga menurunnya kualitas lingkungan, Polres Lampung Selatan memastikan seluruh fasilitas kesehatan berada dalam kondisi siap siaga.

Turut mendampingi dalam peninjauan itu Asisten Bupati Lampung Selatan, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Camat Palas Ns. Rosalina.

Kapolres secara detail memeriksa ketersediaan alat kesehatan, stok obat-obatan, ruang pelayanan hingga kesiapan tenaga medis. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis akibat paparan abu vulkanik.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi memburuk. Puskesmas harus siap sejak dini. Alat kesehatan, tenaga medis, hingga stok obat-obatan wajib tersedia dan memadai. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas AKBP Deddy Kurniawan saat meninjau fasilitas kesehatan.

Tak hanya fokus pada pelayanan medis, Kapolres juga menyoroti kondisi jalan yang masih dipenuhi sisa debu vulkanik. Menurutnya, debu yang kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan dapat memperparah risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan penyiraman jalan secara berkala agar partikel abu tidak terus terhirup warga.

“Kami meminta penyiraman jalan dilakukan secara rutin. Debu vulkanik yang beterbangan dapat berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres Lampung Selatan bersama unsur pemerintah juga membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk menekan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik yang masih terjadi.

Kapolres kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Jangan menunggu sakit. Gunakan masker setiap keluar rumah, kurangi aktivitas di area terbuka jika tidak penting, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata,” imbaunya.

Sementara itu, Camat Palas Ns. Rosalina memastikan pemerintah kecamatan telah menyiapkan langkah antisipasi apabila situasi berkembang lebih serius.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Palas saat ini didukung dua fasilitas pelayanan kesehatan utama, yakni Puskesmas Rawat Inap Bumidaya dan Puskesmas Rawat Jalan Palas, yang diperkuat empat Puskesmas Pembantu (Pustu) di sejumlah desa.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga telah menyiapkan skema tanggap darurat dan lokasi pengungsian yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Fasilitas kesehatan sudah disiagakan dan lokasi pengungsian juga telah dipersiapkan sebagai langkah antisipasi jika terjadi dampak lanjutan dari aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Rosalina.

Di tengah situasi yang masih dinamis, pemerintah daerah bersama TNI-Polri mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti perkembangan melalui sumber resmi pemerintah.

Peninjauan langsung yang dilakukan Kapolres Lampung Selatan ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada perlindungan kesehatan masyarakat sejak dini. Saat abu vulkanik masih menjadi ancaman, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko yang dapat timbul.

(A.Muli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *