Iklan DPRD

Antisipasi Karhutla, TNI-Polri dan Satpol PP Palas Patroli Wilayah Rawan Kebakaran

IMG 20260917 WA0049

LAMPUNG SELATAN || Pojok30.id ||Mengantisipasi dampak kemarau panjang yang meningkatkan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), jajaran Polsek Palas bersama Koramil Palas dan BKO Satpol PP Kecamatan Palas menggelar Apel Gabungan Satgas Karhutla TNI/Polri, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung di halaman Mapolsek Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Apel dipimpin Kapolsek Palas Iptu Suyitno, S.H. bersama Danramil Palas Kapten Inf Ujang Haerudin.

Turut hadir Ketua Apdesi Kecamatan Palas Evan RastrianDana, personel Polsek Palas, personel Koramil Palas, serta personel BKO Satpol PP Kecamatan Palas.

Apel gabungan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif lintas instansi untuk mengantisipasi munculnya titik-titik api di wilayah Palas, khususnya kawasan perkebunan dan persawahan yang rentan terbakar saat kondisi lahan mengering.

Kemarau Panjang Jadi Perhatian

Dalam amanatnya, Kapolsek Palas Iptu Suyitno menekankan bahwa kondisi kemarau harus diantisipasi dengan meningkatkan edukasi dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran.«

“Dampak kemarau panjang sudah sampai ke Lampung. Kita harus berikan edukasi ke masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan,” tegas Iptu Suyitno.»

Ia meminta seluruh personel TNI, Polri, dan Satpol PP untuk aktif menyosialisasikan Edaran Bupati Lampung Selatan tentang Karhutla serta kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan bencana.

Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Edukasi kepada masyarakat dan patroli di kawasan rawan menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran sejak dini.«

“Saya minta personel menghimbau kepada aparatur desa dan masyarakat se-Kecamatan Palas agar jangan membakar sampah, baik di lingkungan rumah maupun saat membuka lahan perkebunan,” ujarnya.»

Patroli, lanjutnya, diarahkan ke sejumlah lokasi perkebunan yang baru akan dibuka maupun lahan yang telah lama dimanfaatkan.«“

Patroli kita arahkan ke titik-titik perkebunan yang baru mau dibuka maupun yang sudah lama dibuka agar tidak dibakar,” imbuhnya.»

Danramil: Jangan Bakar Sisa Perkebunan

Senada dengan Kapolsek, Danramil Palas Kapten Inf Ujang Haerudin meminta sosialisasi pencegahan Karhutla dilakukan secara masif, terutama kepada pengusaha perkebunan dan masyarakat.«

“Edaran Bupati harus kita sosialisasikan kepada pengusaha dan masyarakat di wilayah Palas. Sisa hasil perkebunan jangan dibakar,” tegasnya.»

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang kondisi lahannya kering.

«“Dan yang paling penting, jangan bosan untuk menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan perkebunan,” lanjutnya.»

Patroli Door to Door ke Petani

Usai apel, personel gabungan langsung bergerak melakukan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi Karhutla di seputaran Kecamatan Palas.

Tidak hanya menyisir wilayah rawan, petugas juga melakukan imbauan secara door to door kepada petani dan pemilik lahan.

Masyarakat diingatkan mengenai risiko pembakaran sisa hasil perkebunan, terlebih pada kondisi kemarau ketika api dapat dengan cepat merambat dan meluas.

Petugas juga menyampaikan bahwa titik panas atau hotspot dapat terpantau melalui pemantauan satelit.

«“Kami himbau agar tidak membakar sisa-sisa hasil perkebunan karena bisa menimbulkan kebakaran yang meluas dan akan terpantau oleh satelit,” ujar salah satu petugas di lapangan.

»Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan petani, pemilik lahan, aparatur desa, pengusaha perkebunan dan seluruh masyarakat.

Petani Diberi Edukasi

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan langsung kepada warga agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah di sekitar area perkebunan.

Sejumlah petani yang ditemui petugas disebut memberikan respons positif. Mereka mengaku memahami bahaya pembakaran di tengah kondisi lahan yang kering dan menyatakan tidak akan melakukan pembakaran liar.

Secara umum, pelaksanaan apel dan patroli gabungan berlangsung aman, tertib dan lancar. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.

Sinergitas antara TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah kecamatan, aparatur desa dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan Karhutla di Kecamatan Palas.

Dengan wilayah yang didominasi kawasan perkebunan dan persawahan, peningkatan patroli dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi kebakaran selama periode kemarau.***(A.Muli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *