JAKARTA || Pojok30.id || PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan lintas Merak–Bakauheni tetap berjalan normal meskipun aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) masih menjadi perhatian sejumlah pihak. Di tengah kondisi tersebut, ASDP menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayaran dan keamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan regulator, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Keselamatan pengguna jasa dan pelayaran merupakan prioritas utama kami. Dalam situasi pasca aktivitas Gunung Anak Krakatau, kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan regulator serta BMKG agar setiap keputusan operasional dapat dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan,” ujar Heru, Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan data operasional, layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni masih berlangsung normal. Sebanyak 32 kapal disiagakan dari Pelabuhan Merak, sementara 28 kapal beroperasi dari Pelabuhan Bakauheni guna memastikan kelancaran arus penumpang dan kendaraan.
Dari sisi produksi layanan, Cabang Merak mencatat pergerakan yang cukup tinggi. Pada Jumat (4/9), tercatat 32.280 penumpang dan 8.629 kendaraan menyeberang melalui lintasan tersebut. Sementara pada Sabtu (5/9), jumlah penumpang mencapai 28.826 orang dengan 8.075 kendaraan.
Meski terjadi penurunan volume kendaraan sekitar 6,42 persen, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas normal dan tidak mengganggu kelancaran operasional penyeberangan.
Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni mencatat 1.361 penumpang dan 7.371 kendaraan pada Jumat (4/9), serta 1.365 penumpang dan 6.736 kendaraan pada Sabtu (5/9).Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak abu vulkanik pasca aktivitas Gunung Anak Krakatau, ASDP juga melakukan pembagian masker kepada awak kapal KMP Jatra III dan para pengguna jasa yang melakukan perjalanan melalui kapal tersebut.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan dini apabila terjadi paparan debu atau abu vulkanik yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional pelabuhan maupun kapal.
ASDP juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk selalu memantau informasi resmi terkait cuaca dan perkembangan aktivitas gunung api sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, masyarakat diminta mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan. Pastikan tiket dan perjalanan telah dipersiapkan dengan baik, pantau informasi resmi sebelum berangkat, dan ikuti seluruh ketentuan serta arahan petugas selama berada di area pelabuhan maupun kapal,” tegas Heru.
Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, ASDP memastikan seluruh layanan penyeberangan strategis nasional tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.(A.Muli)












