LAMPUNG SELATAN || Pojok30.id || Polres Lampung Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya kerja profesional, transparan, dan berbasis prestasi. Sebanyak 16 personel Polres Lampung Selatan menerima penghargaan langsung dari Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si. dalam apel pagi yang digelar di Mapolres Lampung Selatan, Senin (24/8/2026).
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan para personel dalam mengungkap sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan masyarakat di berbagai wilayah hukum Polres Lampung Selatan. Mulai dari Desa Hara Banjar Manis dan kawasan Dermaga Bom Kalianda, Desa Pasuruan Bawah Kecamatan Penengahan, Desa Pardasuka Kecamatan Katibung, hingga Desa Sinar Pasmah Kecamatan Candipuro.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan AKBP Deddy Kurniawan tidak hanya menuntut hasil kerja yang maksimal, tetapi juga memberikan apresiasi nyata kepada anggota yang menunjukkan dedikasi dan prestasi di lapangan.
Penghargaan Bukan Sekadar Seremoni
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bagian dari sistem pembinaan karier dan motivasi kerja bagi seluruh personel.
Menurutnya, penghargaan akan menjadi catatan penting dalam rekam jejak anggota, terutama bagi mereka yang akan mengikuti pendidikan pengembangan karier kepolisian, termasuk pendidikan perwira.
“Mungkin setiap hari Senin akan ada penghargaan. Salah satu bentuk upaya pimpinan memberikan apresiasi kepada rekan-rekan semua,” ujar AKBP Deddy Kurniawan.
Ia juga mendorong seluruh personel untuk terus berkompetisi secara sehat melalui prestasi kerja yang nyata dan terukur.
“Kalau rekan-rekan akan sekolah perwira, silakan kumpulkan penghargaan sebanyak-banyaknya. Saat rekan-rekan mau sekolah, mau minta nilai, akan saya berikan yang terbaik,” tegasnya.
Semua Personel Punya Peluang yang SamaMenariknya, Kapolres menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya diperuntukkan bagi personel Reserse Kriminal. Anggota dari fungsi lain, termasuk Bhabinkamtibmas dan satuan pelayanan masyarakat, memiliki kesempatan yang sama selama menunjukkan kinerja yang layak diapresiasi.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk keadilan organisasi yang memberikan ruang bagi seluruh anggota untuk berkembang berdasarkan prestasi, bukan sekadar jabatan atau posisi.
“Enggak harus Reskrim. Yang lain juga bisa, Bhabinkamtibmas bisa. Yang menurut kacamata pimpinan baik dan wajar diberikan penghargaan, maka diusulkan. Jelas kriterianya dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Kapolres.
Masyarakat Sipil Juga Bisa Diberi Penghargaan
Dalam pernyataannya, AKBP Deddy Kurniawan bahkan membuka peluang pemberian penghargaan kepada masyarakat sipil yang selama ini aktif membantu tugas-tugas kepolisian.
Langkah ini menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan hasil kolaborasi antara polisi dan masyarakat.
“Masyarakat sipil yang banyak membantu tugas-tugas kepolisian pun bisa diusulkan dan bisa kita berikan penghargaan,” ujarnya.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Lampung Selatan.
Prestasi Dihargai, Narkoba Tidak Ada Toleransi
Di tengah pemberian penghargaan, Kapolres juga menyampaikan pesan keras terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian.
Ia menegaskan tidak akan memberikan ruang kompromi bagi personel yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa prestasi dan integritas harus berjalan beriringan.
“Ingat, hindari narkoba. Tidak ada tawar-menawar,” tegas AKBP Deddy Kurniawan di hadapan seluruh peserta apel.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena menunjukkan komitmen kuat Polres Lampung Selatan dalam menjaga profesionalisme institusi sekaligus membersihkan segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan publik.
Kupas Tuntas: Strategi Membangun Polisi Berprestasi
Penghargaan yang diberikan kepada 16 personel ini bukan hanya bentuk apresiasi atas keberhasilan pengungkapan kasus curanmor. Lebih jauh, kebijakan tersebut mencerminkan strategi kepemimpinan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh Polri.
Dengan sistem penghargaan yang terukur dan berkelanjutan, personel didorong untuk bekerja lebih profesional, responsif terhadap laporan masyarakat, serta mampu menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.
Budaya kerja berbasis prestasi juga diyakini mampu meningkatkan semangat anggota dalam mengungkap berbagai tindak kriminalitas, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Daftar 16 Personel Penerima Penghargaan
Pengungkapan Curanmor Desa Hara Banjar Manis dan Dermaga Bom Kalianda
1. Ipda Fajar Kuswantoro – Kanit Jatanras Satreskrim Polres Lampung Selatan
2. Aiptu Sukairi, S.H. – Bintara Unit Opsnal Satreskrim
3. Aiptu Zairul Fikri, S.H. – PS Kanit Reskrim Polsek Kalianda
4. Aipda M. Joni – Bintara Unit Reskrim Polsek Kalianda
5. Aipda Siswanto – Bintara Unit Reskrim Polsek Kalianda
6. Aipda Agus Suprianto – Bintara Unit Reskrim Polsek Kalianda
7. Bripda M. Rizki Assidiq – Bintara Unit Reskrim Polsek Kalianda
Pengungkapan Curanmor Desa Pasuruan Bawah, Kecamatan Penengahan
8. Ipda Teguh Noviardi, S.H. – Kanit Reskrim Polsek Penengahan
9. Aiptu Surosos, S.H. – Bintara Unit Reskrim Polsek Penengahan
10. Aiptu Hartanto, S.H. – Bintara Unit Reskrim Polsek Penengahan
11. Brigadir Jaya Agnes Simatupang – Bintara Unit Reskrim Polsek Penengahan
Pengungkapan Curanmor Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung
12. Aipda Andri Rhomadon – Bintara Unit Reskrim Polsek Katibung
13. Aipda Rhobert L. Apon – Bintara Unit Reskrim Polsek Katibung
14. Briptu Zulkarnain Sidik – Bintara Unit Reskrim Polsek Katibung
Pengungkapan Curanmor Desa Sinar Pasmah, Kecamatan Candipuro
15. Aiptu M. Noor Badrudin – PS KA SPKT 2 Polsek Candipuro
16. Aipda Dika Bramasswara – PS Kanit Propam Polsek Candipuro
(Redaksi)
Pemberian penghargaan secara berkala ini menjadi bukti bahwa Polres Lampung Selatan tengah membangun kultur organisasi yang menempatkan prestasi sebagai nilai utama. Di sisi lain, sikap tegas terhadap narkoba menunjukkan bahwa penghargaan dan disiplin harus berjalan seimbang demi mewujudkan Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.(A.Muli)












