KALIANDA // Pojok30.id //Kondisi Kalianda Convention Center (KCC) yang hingga kini belum dilanjutkan pembangunannya kembali menuai sorotan. Bangunan yang sejak awal diproyeksikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sekaligus ikon baru Kota Kalianda itu kini dinilai memprihatinkan. Area sekitar dipenuhi rumput liar, gerobak pedagang yang belum tertata, serta minimnya perawatan membuat kawasan tersebut terkesan kumuh dan jauh dari citra pusat pemerintahan yang representatif.(16/7/2026)
Sorotan itu disampaikan tokoh pemuda sekaligus budayawan Lampung Selatan yang dikenal dengan nama Khaja Muda. Ia menilai meski proyek pembangunan KCC belum rampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tetap memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan dan estetika kawasan agar tidak terkesan terbengkalai.”
Terbengkalai bukan berarti tidak terawat. Saya meminta Bupati Lampung Selatan menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk bergotong royong membersihkan lingkungan KCC. Sangat disayangkan apabila wajah pusat pemerintahan justru terlihat kumuh,” ujar Khaja Muda.
Menurutnya, kondisi KCC saat ini tidak sejalan dengan semangat HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul) yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai gerakan membangun lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman.
Ia menilai banyak desa di Lampung Selatan telah menunjukkan komitmen menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Namun ironisnya, kawasan KCC yang berada di jantung pemerintahan, tepat di depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Lampung Selatan, justru belum mencerminkan semangat tersebut.”
Memang sudah hijau, tetapi hijau karena rumputnya menjulang tinggi. Ini bukan hanya mengurangi nilai estetika, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan karena bisa menjadi tempat berkembangnya ular maupun hewan berbahaya lainnya,” katanya.
Selain persoalan kebersihan, Khaja Muda juga menyoroti penataan gerobak pedagang di sekitar kawasan KCC. Ia berharap para pedagang turut menjaga ketertiban dengan menata lokasi berjualan secara lebih rapi sehingga tidak menambah kesan semrawut.
Menurutnya, apabila dikelola secara serius, KCC memiliki potensi besar menjadi ruang publik yang representatif, pusat kegiatan seni, budaya, dan ekonomi masyarakat. Keberadaan fasilitas tersebut diyakini mampu meningkatkan aktivitas sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia juga mengingatkan bahwa wajah pusat pemerintahan merupakan cerminan komitmen pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dan penataan lingkungan.”
Kalau semangat HELAU sudah digaungkan ke seluruh penjuru Lampung Selatan, maka kawasan yang berada tepat di depan mata para pejabat juga harus menjadi contoh. Jangan sampai masyarakat menilai semangat itu hanya sebatas slogan. Lampung Selatan harus maju, bukan malah malu karena lingkungan pusat pemerintahannya tidak terawat,” tegasnya.
Sorotan tersebut diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk segera mengambil langkah konkret melalui pembersihan, penataan kawasan, serta penyusunan rencana keberlanjutan pembangunan KCC. Selain menjaga estetika kota, upaya tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih, tertib, dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun organisasi perangkat daerah terkait mengenai rencana penataan maupun kelanjutan pembangunan Kalianda Convention Center (KCC). Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait. (A.Muli)












