Iklan DPRD

Ketua Pemuda Bangunan Soroti Menu MBG di SDN 1 Bangunan, Minta SPPG Diaudit Menyeluruh

Foto /// Wawan Gunawan Ilustrasi mengunakan AI

LAMPUNG SELATAN Menu Makan// Pojok30.id // Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangunan untuk siswa SDN 1 Bangunan kembali menuai kritik. Setelah sebelumnya ditemukan ayam yang diduga masih mentah, keesokan harinya siswa kembali menerima pisang yang belum matang sempurna.

Ketua Pemuda Desa 02 Bangunan, Wawan Gunawan menyayangkan kejadian tersebut dan menilai kondisi itu tidak boleh dianggap sebagai kesalahan biasa.

“Ini keteledoran atau kesengajaan? Masa anak sekolah diberi menu ayam mentah dan besoknya malah mendapat pisang mentah,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada peserta didik. Ia mendesak tim pengawas Program MBG segera turun ke lapangan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan SPPG Bangunan.

“Dengan kejadian ini, tim pengawas MBG sudah semestinya turun langsung mengaudit SPPG yang dinilai tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya. Jika memang tidak mampu, serahkan kepada pihak yang benar-benar siap dan serius mengurus program ini. Jangan sampai program Presiden dijadikan ajang uji coba,” tegasnya.

Kekecewaan juga disampaikan sejumlah wali murid. Mereka menilai kualitas makanan yang diberikan kepada siswa harus menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan anak-anak.

“Anak-anak bukan binatang yang bisa dikasih makanan mentah. Program ini seharusnya memberikan asupan gizi yang layak, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua,” ujar salah satu wali murid.

Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Bangunan, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga pengawasan kualitas sebelum makanan didistribusikan ke sekolah. Mereka juga meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan kelalaian yang berulang dalam pelaksanaan program MBG tersebut.

(A.Muli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *