Iklan DPRD

Sanitasi SPPG Bangunan Ikut Disorot, Warga Keluhkan Bau Limbah yang Mengganggu Lingkungan

Lampung Selatan – Pojok30.id – Tidak hanya kualitas makanan yang menuai sorotan, kondisi sanitasi di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, juga mulai dipertanyakan.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sistem sanitasi dan pengelolaan limbah di lokasi tersebut diduga belum berjalan maksimal. Warga sekitar mengaku kerap mencium aroma tidak sedap yang berasal dari saluran pembuangan limbah SPPG dan mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman.

Salah seorang warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi SPPG mengaku bau tidak sedap tersebut mulai dirasakan sejak fasilitas tersebut beroperasi.

“Kalau angin mengarah ke rumah warga, baunya cukup terasa. Kami tidak tahu pasti sumber masalahnya, tetapi yang kami harapkan limbahnya bisa dikelola lebih baik agar tidak mengganggu lingkungan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Menurutnya, keberadaan Program Makan Bergizi Gratis memang patut didukung, namun pengelolaan fasilitas pendukungnya juga harus memperhatikan dampak terhadap masyarakat sekitar.

“Kami mendukung program pemerintah karena untuk kepentingan anak-anak sekolah. Tapi jangan sampai lingkungan warga yang terdampak. Kalau memang ada saluran limbah, seharusnya dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan bau,” katanya.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran serius mengingat SPPG merupakan fasilitas yang setiap hari memproduksi dan mendistribusikan makanan untuk ratusan siswa dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam operasional fasilitas pangan skala besar, aspek kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan limbah seharusnya menjadi standar utama yang wajib dipenuhi, bukan sekadar pelengkap administrasi.

Munculnya bau menyengat dari saluran pembuangan menimbulkan dugaan adanya persoalan dalam sistem pengolahan limbah yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan lingkungan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.

Sejumlah warga berharap instansi terkait tidak hanya memeriksa kualitas makanan yang disajikan kepada siswa, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap sistem sanitasi dan instalasi pengolahan limbah yang digunakan SPPG.

“Kalau memang sudah sesuai standar tentu tidak masalah. Tetapi kalau ada kekurangan, harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat mendesak Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera turun melakukan inspeksi menyeluruh dan audit sanitasi terhadap operasional SPPG Bangunan. Pengawasan yang ketat dinilai penting agar fasilitas yang menjadi ujung tombak Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keselamatan yang telah ditetapkan pemerintah. ( A.Muli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *