KUBU RAYA – Pojok30.id – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan penyelundupan narkotika jenis etomidate cair yang melibatkan oknum petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Supadio.
Menurut Lasarus, kecil kemungkinan aksi penyelundupan tersebut dilakukan seorang diri. Karena itu, ia mendesak penyidik mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
“Patut diduga dalam melancarkan aksinya, oknum ini melibatkan lebih banyak pihak. Semua yang terlibat saya minta untuk diusut dan diproses hukum,” kata Lasarus dalam keterangan pers, Sabtu (30/5/2026).
Kasus tersebut sebelumnya berhasil diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur dan menjadi sorotan karena melibatkan petugas yang seharusnya bertugas menjaga keamanan penerbangan.
Politikus PDI Perjuangan itu mengaku telah mengingatkan potensi penyelundupan narkoba melalui Bandara Supadio sejak bandara tersebut berstatus internasional pada pertengahan 2025. Menurutnya, peringatan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi pengelola bandara dan instansi terkait untuk memperkuat sistem pengawasan.
“Seharusnya bisa diantisipasi jika sinergi antara pihak-pihak yang memiliki otoritas berjalan baik dan sistem deteksi dini diperkuat,” tegasnya.
Lasarus menilai kasus tersebut menjadi alarm bagi seluruh pengelola bandara di Indonesia. Ia meminta evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap sistem keamanan, termasuk pengawasan internal terhadap petugas yang memiliki akses ke area terbatas bandara.
Menurutnya, bandara tidak boleh menjadi celah bagi peredaran narkotika maupun barang terlarang lainnya. Karena itu, pembenahan sistem keamanan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Harus ada pembenahan menyeluruh pada sistem keamanan bandara supaya yang terjadi di Bandara Supadio ini tidak terulang di tempat lain,” pungkasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan narkotika yang memanfaatkan jalur transportasi udara. Publik kini menunggu langkah aparat dalam mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain serta memastikan sistem pengamanan bandara benar-benar mampu menutup ruang bagi praktik serupa di masa mendatang. (Ken)












