SANGGAU — Gangguan kelistrikan yang terjadi di RSUD MTh Djaman sejak Senin (18/5/2026) siang menyebabkan sejumlah pelayanan medis belum dapat berjalan normal. Hingga kini, pihak rumah sakit bersama teknisi PLN masih melakukan penanganan terhadap kerusakan instalasi listrik yang cukup kompleks.
Kepala RSUD MTh Djaman, Bassilinus mengatakan gangguan bermula sekitar pukul 13.00 WIB saat terjadi pemadaman listrik dari pihak PLN. Setelah aliran listrik kembali menyala, tim teknisi menemukan adanya kendala pada kubikel daya 865 kV milik rumah sakit yang diduga mengalami kerusakan pada fuse CO.
“Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan bersama teknisi PLN, ditemukan indikasi kabel 20 kV menuju trafo mengalami hangus dan putus sehingga suplai listrik dari PLN tidak dapat tersalurkan ke trafo rumah sakit,” ujar Bassilinus
Selain kerusakan kabel, pihak rumah sakit juga menemukan indikasi gangguan pada kubikel dan trafo yang hingga kini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.Untuk sementara, RSUD MTh Djaman menggunakan suplai listrik dari jaringan KWH 240 kV. Namun kapasitas daya yang terbatas membuat pelayanan rumah sakit belum dapat berjalan maksimal.
Bassilinus menyebut pihak rumah sakit bersama PLN memutuskan melakukan pembagian beban listrik dengan memprioritaskan layanan yang bersifat darurat seperti ICU, Hemodialisa (HD), dan IGD agar tetap dapat beroperasi.
“Sementara pelayanan lain masih berjalan terbatas dan belum maksimal. Penggunaan listrik juga kami batasi, termasuk penggunaan AC yang hanya difokuskan pada ruangan dengan alat kesehatan penting,” katanya.
Akibat gangguan tersebut, sejumlah layanan seperti poli gigi, elektromedik, IBS/OK, Radiologi Sentral, Cathlab, Laboratorium Sentral, hingga Radiologi IGD belum dapat beroperasi secara normal.Meski demikian, layanan ICU dan HD disebut masih dapat berjalan dengan pengawasan ketat terhadap penggunaan daya listrik.
Hingga saat ini, pihak rumah sakit dan PLN masih terus melakukan penanganan terhadap kerusakan kabel 20 kV, kubikel, serta pemeriksaan trafo utama rumah sakit.
Bassilinus mengatakan belum dapat dipastikan kapan kondisi kelistrikan akan kembali normal karena proses perbaikan masih terkendala keterbatasan material dan suku cadang seperti kabel 20 kV, fuse kubikel, dan skun terminasi trafo. (Lai)












