Maros–Pangkep — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi korban kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu pagi (22/1/2026). Satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki yang sebelumnya ditemukan di jurang sedalam sekitar 200 meter berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas.
Evakuasi udara dilakukan dengan Helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601 setelah jenazah terlebih dahulu dipindahkan dari dasar jurang ke punggungan Lampeso pada Selasa (20/1/2026).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Coordinator (OSC), Andi Sultan, mengatakan evakuasi dapat dilakukan berkat kondisi cuaca yang relatif mendukung.
“Pagi ini, alhamdulillah cuaca mendukung sehingga evakuasi dapat dilaksanakan menggunakan helikopter Basarnas Dauphin HR-360. Helikopter lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA,” ujar Andi Sultan.
Pengangkatan jenazah dilakukan pada pukul 07.59 WITA menggunakan metode hoist dengan teknik air landed. Selanjutnya, helikopter kembali dan mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.
“Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara untuk diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI),” jelasnya.
Andi Sultan menegaskan seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi solid antarunsur SAR serta dukungan cuaca pada pagi hari.
Sementara itu, operasi pencarian korban lainnya masih terus dilanjutkan. Sebanyak 37 personel tetap disiagakan di lokasi evakuasi awal. Selain itu, pembagian Search and Rescue Unit (SRU) dilakukan sebagai berikut:
SRU 1 melakukan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di wilayah Lampeso dengan kekuatan 50 personel.
SRU 2 menyisir area ditemukannya bagian ekor pesawat dengan 28 personel.
SRU 3 bergerak dari posko menuju puncak dengan membawa peralatan vertikal, melibatkan 75 personel.
SRU 4 menyisir area air terjun patahan 4 dan 5, lokasi ditemukannya bagian mesin pesawat, dengan kekuatan 40 personel.
Operasi SAR gabungan akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban dan bagian pesawat berhasil ditemukan. ( Red)
Sumber: strateginews.id













