Lampung Selatan // Pojok30.id // Komitmen membangun karakter generasi muda terus ditunjukkan Koramil 421-08/Palas melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Saka Wira Kartika angkatan XI yang digelar di Lapangan Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu, 14–16 Mei 2026.
Diklat yang menjadi agenda rutin pembinaan generasi muda tersebut diikuti sebanyak 16 siswa dari berbagai sekolah tingkat SMA dan SMK di wilayah Lampung Selatan. Para peserta berasal dari SMA Negeri 1 Palas, SMA Maarif Bumirestu, SMKN Way Panji, SMA Negeri 1 Ketapang, SMA Negeri 1 Kalianda, SMKN 1 Kalianda, MA Nurul Huda Sragi, SMA Negeri 1 Sragi, hingga perwakilan siswa dari Kecamatan Katibung.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Saka Wira Kartika hadir sebagai wadah pembentukan karakter, mental, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Para peserta digembleng dengan berbagai materi lapangan yang menuntut ketahanan fisik, kekompakan, hingga kemampuan berpikir cepat dalam menghadapi situasi tertentu.
Materi pelatihan yang diberikan dalam Diklat angkatan XI meliputi BPBD, pemadam kebakaran (Damkar), survival, navigasi darat, mountaineering, repling, Peraturan Baris Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, dan pionering. Seluruh materi dipadukan antara teori dan praktik lapangan guna memberikan pengalaman nyata kepada para peserta.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 14 Mei 2026 pukul 09.00 WIB dan secara resmi dibuka oleh Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Sragi, Bapak Bakti Akwin. Dalam sambutannya, ia menilai kegiatan tersebut sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air.
Menurutnya, generasi muda saat ini membutuhkan kegiatan positif yang mampu mengarahkan mereka pada pembentukan mental yang kuat dan jiwa sosial yang tinggi. Saka Wira Kartika dinilai menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus meningkatkan keterampilan hidup di lapangan.
Selama pelaksanaan diklat, para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Latihan survival dan navigasi darat menjadi salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta karena mengajarkan teknik bertahan hidup serta kemampuan membaca arah di alam terbuka. Sementara materi mountaineering dan repling melatih keberanian, fokus, dan kerja sama tim.
Tidak hanya pelatihan fisik, peserta juga dibekali wawasan kebangsaan guna memperkuat rasa nasionalisme dan semangat bela negara. Materi ini dianggap penting untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Pamong Saka Wira Kartika Koramil 421-08/Palas, Sertu Albasir, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD dalam membentuk generasi muda yang berkualitas.
“Kegiatan ini bertujuan mencetak generasi muda yang disiplin, tangguh, mandiri, serta memiliki jiwa nasionalisme dan kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Sertu Albasir.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan lapangan dan pembinaan karakter, para peserta diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain itu, pengalaman selama diklat diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Diklat Saka Wira Kartika angkatan XI secara resmi ditutup pada Sabtu, 16 Mei 2026 oleh Ketua Harian Kwaran Palas, Bapak Tatang Iskandar. Dalam penutupan tersebut, para peserta diminta untuk terus menjaga semangat disiplin, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air yang telah ditanamkan selama pelatihan berlangsung.
Keberhasilan pelaksanaan Diklat Saka Wira Kartika Koramil 421-08/Palas ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan dan pelatihan lapangan masih sangat relevan di era modern saat ini. Dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda Lampung Selatan yang siap menghadapi tantangan masa depan dan menjadi kebanggaan daerah maupun bangsa.
(A Muli)












